Bogor yang pada era kolonial disebut Buitenzorg adalah kota tua yang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Udaranya yang sejuk dan nyaman, tetapi tidak jauh dari Jakarta, menjadi pilihan petinggi Hindia Belanda untuk tempat beristirahat.
Ini bisa dilihat dari berdirinya Istana Bogor yang berdiri
megah di tengah Kota Bogor, tempat peristirahatan gubernur Hindia Belanda.
Bogor memiliki udara yang sejuk karena berada di ketinggian hingga 2.500 meter
di atas permukaan laut (dpl), juga diberkahi curah hujan yang tinggi. Rata-rata
curah hujan di Bogor setiap tahun sekitar 3.500 – 5000 mm, yang membuatnya
dijuluki sebagai “Kota Hujan”.
Bogor juga mendapat julukan tidak sedap sebagai “Kota Seribu
Angkot” karena banyaknya angkot yang berseleweran di jalan-jalan Kota Bogor
maupun Kabupaten Bogor. Kroditnya Bogor oleh angkot bisa dibaca sebagai imbas
dari terus tumbuhnya perumahan-perumahan baru di luar Kota Bogor, yang berada
di kawasan Kabupaten Bogor. Makin melebarnya pertumbuhan landed house di luar
atau di pinggir Kota Bogor, pada akhirnya mendesak kebutuhan transportasi
masyarakat menuju pusat Kota Bogor untuk selanjutnya ke Stasiun KRL atau
terminal bus. Angkot menjadi opsi paling cepat untuk pergerakan warga dari
pinggir ke pusat Kota Bogor. Tidak heran ada puluhan trayek angkot di kota dan
kabupaten Bogor.
Makin melebarnya pertumbuhan kawasan perumahan ke luar Kota
Bogor sudah diprediksi beberapa tahun yang lalu. Analis properti Ali Tranghanda
dari Pusat Strategis Intelijen Properti (sekarang berganti nama menjadi
Indonesia Property Watch) sudah mengalisa arah pertumbuhan properti hunian di
Bogor di pertengahan tahun 2008. Menurutnya, perkembangan properti hunian
seperti perumahan tidak lagi terjadi di tengah Kota Bogor, tetapi sudah ke
kawasan yang terletak di antara Jakarta dan Bogor. Sebaliknya, perkembangan
yang menonjol di tengah Kota Bogor justru properti komersial seperti ruko dan
mal.
“Pertumbuhan properti residensial seperti perumahan banyak
terdapat di pinggir Kota Bogor. Tetapi perkembangan perumahan di pinggir Kota
Bogor juga tergantung pada lokasinya. Kalau kita lihat perkembangan perumahan
mengarah di lokasi-lokasi antara Jakarta dan Bogor. Kawasan seperti Cimanggis,
Cibubur, dan Sentul perkembangan properti hunian justru lebih bagus,” jelas
Ali, seperti dikutip dari tabloid Transaksi Properti di edisi Agustus 2008.
Ditopang Infrastruktur
Analisa Ali sembilan tahun silam seakan mempertegas proyek
pembangunan LRT (light rapid transit) di kawasan yang sedang tumbuh propertinya
yaitu jalur Jakarta-Cimanggis-Cibubur-Sentul hingga ke Bogor. Proyek LRT yang
saat ini tiang pancangnya sudah berdiri tegak di sisi Tol Jagorawi direncanakan
beroperasi di 2019. Walaupun belum ada kepastian dimana persisnya titik stasiun
LRT di Bogor, tetapi lokasi stasiun LRT sudah menjadi isu hangat di kalangan
pengembang di Bogor dan sekitarnya. Maklum, masuknya LRT sampai Bogor menjadi
magnet baru pengembangan kawasan di luar Kota Bogor.

1 komentar:
Man's Titanium Armlet - TITanium Art
This product is babyliss pro nano titanium hair dryer made titanium camping cookware from metal. The TITanium Armlet titanium stud earrings by TITanium Studio is a high quality piece ford fusion titanium 2019 manufactured for use with titanium ore terraria both handcrafted and custom made watches.
Posting Komentar